Ketua Himpasiling SIL periode 2018-2019 lulus ujian tesis dengan predikat cum laude

Tuesday, May 14 th, 2019 ·

Sidang Tesis Komprehensif Magister Ilmu Lingkungan

Selasa, 30 April 2019 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia telah melaksanakan Sidang Tesis Komprehensif Magister Ilmu Lingkungan dengan calon magister Sdr. Ihya Sulthonuddin di Ruang Sidang, Gedung Sekolah, Lt. 2, Kampus UI Salemba. Sidang ini dilaksanakan dalam rangka memperoleh gelar Magister Sains Ilmu Lingkungan pada Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia. Tesis yang diajukan berjudul Pengembangan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Cimanuk Bagian Hilir (Studi di Sungai Cimanuk Bagian Hilir, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat).

Sidang ini dipimpin oleh Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si. (Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia) dan dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Djoko Mulyo Hartono, S.E., M.Eng. (Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia) serta Ir. Chairil Abdini Abidin Said, M.Sc., Ph.D. (Sekretaris Jendral Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia). Bertindak sebagai dewan penguji dalam sidang ini antara lain Dr. Ir. Setyo Sarwanto Moersidik, DEA (Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia) dan Dr. Ir. Happy Mulya, ME (Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung).

Sdr. Ihya Sulthonuddin berfoto bersama pembimbing dan penguji ahli
(Foto dari kiri ke kanan: Tri Edhi Budhi Soesilo, Chairil Abdini Abidin Said, Ihya Sulthonuddin, Djoko Mulyo Hartono, Happy Mulya, Setyo Sarwanto Moerdisik)

Dalam penjelasan Tesisnya, Sdr. Ihya Sulthonuddin mengungkapkan bahwa sungai berperan penting sebagai sumber daya air untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Namun, sebagian besar sungai di Indonesia berada pada kondisi tercemar. Data Statistik Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2018, menunjukkan bahwa 46% sungai di Indonesia tercemar berat, bahkan Sungai Cimanuk bagian hilir di Provinsi Jawa Barat diindikasikan tercemar berat. Pencemaran air di banyak sungai menjadi salah satu persoalan lingkungan yang harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan berbagai pihak berkepentingan, termasuk akademisi. Apabila dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Pembangunan Berkelanjutan, maka pencemaran air sungai erat kaitannya dengan tujuan nomor 6 yaitu pada Tahun 2030 memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua, salah satu caranya dengan memperbaiki kualitas air sungai dan mengurangi pencemaran air sungai. Oleh karena itu, dilakukan riset tentang Pengembangan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Cimanuk Bagian Hilir.

Nilai indeks pencemaran air Sungai Cimanuk menunjukkan peningkatan dari bagian hulu ke hilir sejak tahun 2013-2018, hal ini memberikan arti bahwa Sungai Cimanuk bagian hilir yang berada di Kabupaten Indramayu diindikasikan lebih tercemar dibandingkan dengan bagian tengah (Kabupaten Sumedang) dan hulu (Kabupaten Garut). Sungai Cimanuk bagian hilir memiliki nilai indeks pencemaran sebesar 1,04-7,51 menandakan air sungai tercemar ringan hingga tercemar sedang, artinya air Sungai Cimanuk bagian hilir tidak layak digunakan sebagai sumber air baku air minum, namun masih layak digunakan untuk sumber air irigasi pertanian. Sumber pencemaran air Sungai Cimanuk bagian hilir sebagian besar berasal dari akumulasi pencemaran air dari bagian hulu dan bagian tengah, aktivitas pembuangan limbah domestik, pembuangan sampah, pembuangan limbah peternakan ayam dan kambing, limpasan pembuangan limbah pertanian, dan pembuatan batu bata yang tidak dikendalikan dengan baik. Aktivitas masyarakat yang tidak dikendalikan di sepanjang Sungai Cimanuk ini tidak hanya mengakibatkan pencemaran air sungai, melainkan mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Indramayu. Dikutip dari laman radarcirebon.com dan tribunjabar.id pada Selasa, 9 April 2019 telah terjadi banjir di lima Kecamatan di Kabupaten Indramayu yang disebabkan oleh luapan air sungai dan tebolnya tanggul Sungai Cimanuk bagian hilir.

Berdasarkan hal tersebut, strategi pengendalian pencemaran air Sungai Cimanuk bagian hilir yang harus dikembangkan adalah menerapkan kebijakan dengan cara meningkatkan infrastruktur pengendalian pencemaran air sungai melalui pembuatan tempat pengelolaan akhir sampah terpadu dan IPAL komunal; meningkatkan peran dan partisipasi akademisi, peneliti, dan masyarakat dalam setiap kegiatan perencanaan dan pelaksanaannya; dan meningkatkan koordinasi lembaga pemerintah dengan berbagai pihak dalam hal menentukan kebijakan pengendalian pencemaran air di Sungai Cimanuk bagian hilir.

Sdr. Ihya Sulthonuddin setelah ujian sidang tesis komprehensif.

Sidang ini pula berkesempatan menghadirkan Bapak Happy Mulya sebagai penguji ahli dan pihak yang sangat berkepentingan terkait pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya air Sungai Cimanuk di Provinsi Jawa Barat, bahkan sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Papua. Selaku pihak berkepentingan beliau mengucapkan terima kasih kepada Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia karena dipercaya sebagai penguji ahli dan siap menindaklanjuti rekomendasi hasil Tesis tersebut. Secara umum beliau mengatakan Tesis ini sudah sangat baik namun demikian dirinya tetap memberikan saran dan masukan untuk Tesis menjadi lebih baik lagi.

Sdr. Ihya Sulthonuddin berhasil mempresentasikan dan mempertahankan tesisnya di hadapan Dewan Penguji dengan sangat baik dan berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 4 semester sehingga berhak mendapatkan yudisium Cum Laude (Dengan Pujian). Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (Himpasiling UI) Tahun 2018 ini berhasil menjadi Magister Sains Ilmu Lingkungan ke 994 yang lulus pada Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.

X