Sidang Terbuka Promosi Doktor Sdr. Wisata Taruna

Friday, June 28 th, 2019 · ,

Kamis, 27 Juni 2019 Program Doktor Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia melaksanakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Lingkungan dengan promovendus Sdr. Wisata Taruna di Aula Gedung IASTH UI Lantai 3 Kampus UI Salemba. Sidang ini dilaksanakan dalam rangka memperoleh gelar Doktor Ilmu Lingkungan pada Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia dengan judul disertasinya yaitu MODEL PELABUHAN PENYEBERANGAN RAMAH LINGKUNGAN (ECOSEAPORT) BERKELANJUTAN (Pendekatan Konsep: Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lindungan Lingkungan (K3LL))

Sidang ini dipimpin oleh Dr. Emil Budianto dengan Promotor Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, SKM., Dr.PH serta sebagai Ko-Promotor Raldi Hendrotoro Koestoer, M.Sc., Ph.D, APU dan Dr. Agus Edy Soesilo, SE., M.Sc. Bertindak sebagai Majelis Penguji dalam sidang terbuka promosi doktor ini antara lain Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si, Ph.D; Ir. Wendy Aritenang, M.Sc., Ph.D; Dr. Agus Triyono, S.Si., M.Kes.; dan Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si.

Dalam paparan disertasinya, Sdr. Wisata Taruna mengungkapkan bahwa pelabuhan adalah suatu pintu gerbang dan memperlancar hubungan antar daerah, pulau atau bahkan antar benua serta bangsa, yang dapat memajukan daerah belakangnya atau daerah pengaruh. Sehingga pembangunan dan pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara sosial ekonomi maupun teknis. Indonesia diproyeksikan menjadi poros maritim dunia yang memiliki peran besar dalam berbagai bidang. Oleh sebab itu, operasionalisasi pelabuhan haruslah mampu menjadi stimulator kerangka pembangunan berkelanjutan. Pengguna pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni setiap tahunnya terus meningkat menandakan pelabuhan Merak mengandung risiko terhadap aspek keselamatan, yang dimanifestasikan melalui perhitungan kombinasi (probability) dan konsekuensi (consequences), yang jika tidak dikelola dengan baik berpotensi merugikan manusia, harta benda dan kerusakan lingkungan atau kombinasi dari ketiganya.

Tujuan riset dalam disertasi ini adalah untuk memformulasikan model System Dynamics pelabuhan penyeberangan ramah lingkungan sebagai suatu strategi pencapaian berkelanjutan, khususnya di negara berkembang Indonesia pada kondisi Business as Usual maupun intervensi. Keterbaruan riset ini adalah mengenai keberlanjutan lingkungan hidup buatan, lingkungan hidup sosial, dan lingkungan hidup alam dalam aktivitas pelabuhan penyeberangan, dan konseptualitas prinsip Ecoseaport penyeberangan di negara berkembang terhadap aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lindungan Lingkungan (K3LL).

Hasil pemodelan System Dynamics Sdr. Wisata Taruna menunjukkan bahwa jumlah trip kapal mengikuti pola goal seeking, sedangkan pertumbuhan penumpang, kasus kesehatan,  menunjukan pola exponential growth, yang disimulasikan dari tahun 2012 hingga 2029. Berdasarkan hasil Indikator Sustainability yang disusun berdasarkan data dan verifikasi lapangan yang disusun diperoleh bahwa untuk Indikator Kesehatan belum berada pada tingkat maksimal, dibanding Indikator Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan. Sehingga diperlukan upaya lebih untuk mengurangi jumlah timbulnya pasien yang berkunjung ke posko kesehatan.

Pada bagian kesimpulan Sdr. Wisata Taruna menyampaikan bahwa aspek Kesehatan adalah indikator prioritas yang harus dikelola jika dianalisis dari jumlah kasus dibanding indikator Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan. Pada kondisi Business as Usual mulai tahun 2012 terlihat bahwa pertumbuhan penumpang, jumlah trip kapal, kasus kesehatan mengikuti pola exponential growth. Diprediksikan selama periode arus balik dan mudik Idul Fitri tahun 2029 jumlah penumpang yang melintas sekitar 2.300.000 orang, trip kapal sebanyak 119, jumlah kasus kesehatan sekitar 900 orang dan kebutuhan penyediaan posko kesehatan sebanyak 8 unit.

Apabila dilakukan intervensi fungsional untuk menekan jumlah kasus kesehatan pada tahun 2029 pada periode arus balik dan mudik Idul Fitri, akan terjadi penurunan jumlah kasus kesehatan menjadi sebanyak 673 orang, kebutuhan 8 unit posko kesehatan dengan 3 (tiga) jenis penyakit tertinggi adalah ISPA dan gangguan pernafasan, myalgia-fatigue atau kelelahan, dan gangguan pencernaan.

Sdr. Wisata Taruna berhasil mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya di hadapan Majelis Penguji dengan sangat baik dan mendapatkan yudisium SANGAT MEMUASKAN. Sdr. Wisata Taruna berhasil menjadi Doktor Ilmu Lingkungan ke-149 yang lulus pada Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.

X