Sidang Terbuka Promosi Doktor Sdr. Ali

Thursday, July 11 th, 2019 ·

Program Studi Ilmu Lingkungan SIL UI menyelenggarakan sidang terbuka promosi doktor dalam rangka penganugerahan gelar Doktor Ilmu Lingkungan kepada Sdr. Ali pada Sabtu, 6 Juli 2019. Sidang promosi ini merupakan Sidang Promosi pertama yang dilaksanakan di Gedung Baru Sekolah Ilmu Lingkungan UI, Kampus UI Salemba.

Mengambil judul Perilaku Radiocesium  dan Risiko Radiologis pada Lingkungan dan Manusia (Kasus di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia-573) sidang promosi di pimpin langsung oleh Dr. Emil Budianto dan dewan penguji Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si. dan anggota penguji yaitu Dr. Ir. Agus Sudaryanto, M.Sc.; Dr. Ing. Widodo Setiyo Pranowo, M.Si.; Dr. Sakdullah, S.T., M.Sc. dan Dr. Ir. Moh. Hasroel Thayib, APU.

Kajian pendedahan (dosis yang diterima) dan estimasi risiko radiologis pada ikan melalui pendekatan laju dosis radiasi interna dan eksterna ikan yang telah terpapar radiocesium menjadi fokus kajian yang dilakukan dalam riset Sdr. Ali

 Berdasarkan riset yang telah dilakukan terhadap perilaku radiocesium dan risiko radiologis pada lingkungan dan manusia di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia-573, dapatlah disampaikan beberapa kesimpulan berikut:

  1. Pola perilaku aktivitas 137Cs di perairan studi baik secara mendatar maupun menegak dipengaruhi oleh sifat fisika- kimia 137Cs dan dinamika massa air yang kompleks di perairan studi dan sekitaranya. Cesium-137 di perairan studi dibawa oleh tiga massa air dari Samudera Hindia (BBW,IUW dan IIW) dan Samudera Pasifik (WNPCW). Sementara itu sumber lepasan 137Cs di perairan studi yang ditunjukan oleh rasio 134Cs/137Cs berasal dari global fallout, meskipun hasil analisis jejak massa air memungkinkan massa air wilayah terdampak kecelakaan reaktor FDNPP-Jepang berpotensi masuk ke perairan studi.
  2. Tropodinamika bioakumulasi 137Cs pada kelompok-kelompok ikan di perairan studi ditunjukkan dengan persamaan regresi tropodinamika adalah Y =1,7078x-3,3837 dengan koeffisien korelasi 0,85 menunjukkan pola semakin tinggi tingkat trofik biota, semakin tinggi pula kemampuan mengakumulasi 137Cs. Persamaan regresi diatas menginformasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan tingkat trofik, konsentrasi 137Cs mengalami peningkatan 1,7078. Pada riset ini akumulasi 137Cs oleh kelompok biota laut melalui jalur pajanan air lebih tinggi dibandingkan dengan jalur sedimen dan makanan. Nilai faktor magnifikasi 2, menunjukkan bahwa terjadi biomagnifikasi 137Cs melalui rantai makanan dalam ekosistem studi.
  3. Penilaian risiko dampak pajanan radiologis pada lingkungan yang diwakili biota laut dan manusia masih menunjukan tingkat yang jauh dibawah ambang batas. Meskipun demikian data yang telah didapat dapat dijadikan sebagai basis data untuk pengelolaan risiko di masa mendatang seiring dengan makin tingginya pemanfaatan energi nuklir, disamping dapat dijadikan acuan pehitungan untuk menghitung total besaran radiasi yang diterima manusia dari berbagai sumber.

Meski ujian promosi terbuka ini agak berlangsung sedikit menegangkan, namun Sdr. Ali dinilai para penguji sangat layak meraih gelar Doktor atas disertasi yang telah ditelitinya dengan meraih yudisium Sangat Memuaskan.

X