Sidang Promosi Doktor Sdr. Hariyadi

Thursday, July 11 th, 2019 ·

Pada tanggal 6 Juli 2019 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor di Gedung Baru Sekolah Ilmu Lingkungan UI, Kampus UI Salemba. Sidang ini dalam rangka diperolehnya Gelar Doktor Ilmu Lingkungan dengan promovendus Hariyadi dengan Disertasi yang berjudul : Penerimaan   Sosial Pembangunan Energi Panas    Bumi   (Studi    Pengembangan PLTP   di  Baturraden, Kabupaten Banyumas,  Provinsi Jawa Tengah).

Bertindak sebagai majelis penguji dalam sidang promosi doktor ini diantaranya adalah Dr. Surya Darma, Prof. Dr. der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Ir. Chairil Abdini Abidin Said, M.Sc., Ph.D, Dr. Drs. Triarko Nurlambang, M.A. dan Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si. Sidang di Promotori Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc.  dan sebagai Ko-Promotor adalah Dr. Ir. Setyo Sarwanto Moersidik, DEA. dan Dr. Ir. S. Witoro Soelarno, IPM.

Dalam disertasinya, Hariyadi mempelajari program pengembangan PLTP memiliki nilai strategis untuk mendukung kepentingan pencapaian ketahanan energi berbasis sumber energi terbarukan, mitigasi iklim, dan misi pembangunan berkelanjutan sekaligus pembangunan sosial. Meskipun demikian, dalam tahapan awal pembangunannya, pengembangan PLTP biasanya diwarnai dengan rendahnya dukungan/penerimaan sosial. Lemahnya penerimaan sosial tersebut biasanya diakibatkan oleh dampak negatif pembangunannya secara sosial dan lingkungan. Belum optimalnya implementasi kebijakan pengelolaan persoalan sosial tersebut oleh negara dan/atau pengembang menjadikan isu ini selalu muncul dalam pengembangan PLTP. Riset ini ditujukan untuk membangun sebuah model penerimaan sosial dalam pengembangan PLTP dengan mengambil sampel studi dalam pengembangan PLTP di Baturraden. Perspektif ilmu lingkungan, pembangunan sosial dan peran negara menjadi alat analisis karena berpengaruh terhadap pengelolaan isu penerimaan sosial dalam pengembangan PLTP. Model tersebut dibangun menggunakan variabel bebas, yakni struktur, proses, dan kultur sebagai aspek-aspek penting sistem kehidupan sosial budaya, dari 100 sampel data yang dikumpulkan melalui metode survei, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Data diolah melalui metode permodelan persamaan struktural untuk menilai tingkat relasi antar-variabel dan analisis kualitatif. Penelitian ini mengkonfirmasi arti penting ketiga variabel tersebut untuk menentukan tingkat penerimaan sosial terhadap pengembangan PLTP di WKP Baturraden, dan menemukan variabel/subvariabel bebas baru yang berperan penting untuk mengefektifkan kebijakan pengelolaan isu penerimaan sosial sebagai variabel terikat dalam pengembangan PLTP. Variabel/subvariabel tersebut adalah penguatan peran negara sebagai lembaga “kulturstaat”. Temuan ini menjadi kontribusi ilmiah riset terhadap model penerimaan sosial dan sekaligus memperkuat kebijakan pengelolaan isu sosial dalam pengembangan PLTP bagi terwujudkan pembangunan sosial dan berkelanjutan.

Sdr. Hariyadi berhasil mempertahankan disertasinya dan memperoleh yudisium Cum Laude.

X