Kuliah Umum Prof. Akiko Okabe: “The Last Remaining Wetlands in Tokyo Bay”

Thursday, September 12 th, 2019 · ,

Kamis, 11 September 2019, Sekolah Ilmu Lingkungan UI Salemba.


Tujuan dari pembangunan reklamasi di Teluk Tokyo adalah untuk memenuhi kebutuhan sektor industri di Jepang. Pembangunan tersebut sudah dimulai sejak tahun 1600-an. Seiring berjalannya waktu, jumlah area industri di sekitar Teluk Tokyo mengalami pertambahan akibat peningkatan kemajuan sektor Industri di Jepang. Pertambahan jumlah tersebut pada akhirnya menimbulkan kerusakan pada ekosistem di sekitar Teluk Tokyo, terutama pada ekosistem lautnya. Kerusakan tersebut juga semakin diperparah dengan adanya intervensi manusia terhadap lingkungan alami teluk, salah satunya adalah usaha pembelokkan aliran sungai.

Melihat kondisi lingkungan di Jepang yang semakin rusak akibat kegiatan Indstrinya, sebagian besar masyarakat Jepang akhirnya melakukan bebrbagai gerakan peduli lingkungan. Pergerakan tersebut juga melahirkan beberapa komunitas peduli lingkungan, salah satunya adalah komunitas arsitek yang melakukan projek di Desa Satoyama. Desa Satoyama merupakan salah satu contoh lingkungan yang memiliki keselarasan dengan alamnya. Hal ini lah yang menjadi alasan mengapa komunitas tersebut memilih Desa Satoyama sebagai lokasi projeknya.

Projek tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana terbentuknya sebuah lingkungan buatan, yang dalam hal ini adalah bangunan tempat tinggal, dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dan tetap menjaga kearifan lokal wilayahnya, baik dari segi ekologi maupun sosial. Dari segi ekologi, penggunaan material alami pada bangunan tempat tinggal tersebut selaras dengan proses siklus daur alami material tersebut. Kemudian, dari segi sosial, proses pembangunan tempat tinggal tersebut secara tidak langsung melahirkan budaya gotong royong.

Terkait dengan ekosistem, isu di atas menjelaskan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dengan ekosistem lingkungannya. Manusia tidak berada di luar ekosistem lingkungannya, tetapi menyatu dengan ekosistem tersebut. Penyatuan tersebut menimbulkan kepekaan manusia terhadap keberlanjutan lingkungannya.

(red: Sekolah Ilmu Lingkungan)

X