Focus Group Discussion (FGD) SIL UI – Pembangunan Pemanenan Air Hujan (BPAH) di Muara Angke, Jakarta Utara

Saturday, July 27 th, 2019 ·

Jumat, 26 Juli 2019 Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Ilmu Lingkungan (PSIL) Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) diketuai oleh Ibu Dr. Hayati Sari Hasibuan, ST, MT (Dosen SIL UI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Rencana Bangunan Pemanenan Air Hujan (BPAH) di Muara Angke, Jakarta Utara. FGD dilaksanakan di Aula Serbaguna, Kantor Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara. Tujuan FGD adalah untuk berdiskusi dan menyerap aspirasi warga Muara Angke terkait PkM BPAH. FGD dihadiri oleh Bapak Ahmad Rosiwan (Lurah Kelurahan Pluit) dan perwakilan 12 Ketua RT yang ada di RW 12. Turut hadir pula Tim Media DAAI-TV yang meliput kegiatan FGD ini.

Sdri. Adenira, mahasiswa SIL, dari hasil wawancaranya mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, sebagian besar warga di permukiman nelayan Muara Angke, Jakarta Utara harus membeli air bersih dalam derigen dan dengan menggunakan air tanah. Warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 600.000.- untuk pembelian air derigen, ditambah pembayaran air tanah sebesar Rp 150.000,- dalam sebulan. Di lain sisi, kualitas air tanah yang digunakan pun tidak baik (licin dan berwarna kuning) serta penggunaan air tanah yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan berupa penurunan muka tanah. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif lain dengan memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah tersebut.

Ketua Tim PkM, Ibu Dr. Sari menuturkan Program PkM SIL UI ini ditujukan langsung kepada masyarakat untuk membantu persoalan kebutuhan air bersih. Diharapkan, ada penerimaan yang positif dan kerjasama yang baik antara pihak SIL UI dan warga setempat. Pada kesempatan ini, Tim PkM SIL UI menghadirkan seorang dosen ahli di bidang hidrologi yaitu Bapak Dr. Ir. Setyo Sarwanto Moersidik, DEA. (Dosen FT UI dan SIL UI). Menurut beliau, rencana pembangunan infrastruktur seperti SPAH ini mudah, tetapi yang tersulit justru adalah pemeliharaan. Bapak A. Rosiwan selaku Lurah Pluit menegaskan dan menyambut baik PkM SIL UI ini dan semoga nantinya seluruh warga RW 22 dapat menerima dengan tangan terbuka disertai dengan rasa tanggung jawab.

Pada akhirnya, dari hasil pembangunan Pemanenan Air Hujan yang merupakan bantuan dari Universitas Indonesia ini akan didapatkan warga secara cuma-cuma (gratis). Para warga sangat antusias menanggapi dan memberikan pendapat dalam forum. FGD ini menghasilkan beberapa poin seperti: lokasi pilihan untuk diterapkannya BPAH komunal adalah di RT 11 RW 22 Muara Angke. Lokasi menjadi pertimbangan karena tidak dalam sengketa lahan dan lokasinya strategis. Hasil kegiatan FGD ini akan ditayangkan di DAAI-TV pada awal bulan September 2019.

X