Tarhib Ramadhan 1441 H | SIL SKSG

Wednesday, April 22 nd, 2020 · ,

 Selasa, 21 April 2020, Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) dengan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) mengadakan kegiatan Tarhib Ramadhan 1441 H yang sudah menjadi agenda tiap tahun ketika memasuki bulan Ramadhan. Namun kali ini, acara harus dilakukan secara online dikarenakan seluruh masyarakat Indonesia perlu bahu-membahu untuk tetap berdiam di dalam rumah guna memerangi pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia. Kegiatan yang di moderatori oleh Kepala Bagian Administrasi Sekolah, Abidin Eko Priyono ini bertujuan untuk membekali diri dan meningkatkan keimanan dalam menyambut bulan Ramadhan, serta memberikan motivasi untuk memaksimalkan amalan di bulan Ramadhan.

Acara pertama-tama dibuka dengan sambutan dari Athor Subroto, Ph.D. selaku Direktur SKSG, beliau menyampaikan bahwa beliau bersyukur dapat tetap berkumpul bersama keluarga SKSG dan SIL pada kesempatan ini. Walaupun keadaan membuat pertemuan kali ini harus dilakukan via online, namun beliau percaya hal ini tidak mengurangi rasa silahturahim keluarga besar SKSG dan SIL. Beliau juga menyampaikan bahwa kita semua senantiasa perlu mengucapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT dan memanjatkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasa prihatin juga beliau sampaikan atas kejadian yang baru-baru ini terjadi sehingga hal-hal yang biasanya dapat dilakukan selama Bulan Ramadhan sebelumnya tidak lagi sama pada bulan Ramadhan kali ini, jika biasanya kita dapat berkumpul di Masjid beramai-ramai tiap bulan Ramadhan, maka tahun ini keadaan sangat berbeda. Namun beliau menyampaikan bahwa pastinya selalu ada sisi positif yang dapat diambil dari setiap kejadian, yaitu kita dapat lebih fokus berkumpul dengan keluarga kita di rumah sehingga diharapkan bahwa pahala yang diraih akan tetap maksimal.

Setelah sambutan dari pimpinan SKSG, acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Budhi Soesilo yang merupakan Wakil Direktur SIL. Beliau menyampaikan rasa kekhawatiran dengan keadaan saat ini, namun mengingat kejadian yang pernah terjadi pada zaman Sahabat Rasul pun pernah terjadi keadaan wabah seperti ini, justru Islam telah mengajarkan bahwa ketika menghadapi wabah kita perlu menjalankan karantina. Sehingga dari situ, kita semua tidak perlu berkecil hati karena dihadapkan dengan keadaan seperti ini, kita harus tetap berniat untuk beribadah agar semoga diberikan pahala berlipat ganda karena menjalankan ibadah dengan ikhlas. Lalu juga beliau menghimbau seluruh keluarga besar SKSG dan SIL untuk tidak perlu melakukan mudik dikarenakan adanya proses isolasi yang memakan waktu banyak padahal waktu cuti yang didapatkan tidak seberapa banyak.

Beliau tidak lupa mengajak agar kita semua saling bahu membahu membantu satu sama lain dalam rangka memerangi pandemi Covid-19 ini, karena bahaya yang mengancam tidak hanya untuk diri kita namun juga untuk orang lain sehingga perlu mengesampingkan kepentingan nafsu kita sendiri namun tetap tinggal dirumah untuk berbagi dengan yang lain.

Sehingga mudah-mudahan apa yang telah diprediksikan oleh Universitas Indonesia maupun pihak-pihak lain dari seluruh dunia bahwa Covid-19 akan segera berakhir pada bulan November boleh jadi salah dan bisa lebih cepat dibanding prediksi tersebut karena hanya Allah yang mengetahui apa yang paling benar akan terjadi.

Beliau berharap agar seluruh keluarga besar SKSG dan SIL dapat tetap dalam kondisi sehat dan bisa bertemu lagi dengan kondisi dan keadaan yang berbeda dari keadaan yang sekarang serta mudah-mudahan bangsa Indonesia dapat melalui pandemi saat ini dengan baik dan selamat. Atas nama pribadi dan mewakili SIL beliau juga memohon maaf lahir dan batin untuk memasuki bulan Ramadhan ini agar kita semua bisa memasuki bulan Ramadhan dengan keadaan yang suci.

Acara intipun dibawakan oleh Kyai Dr. Nurwahidin, M.Ag., Dosen SKSG, diawali dengan doa bersama. Puji dan syukur beliau panjatkan atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT di tengah keadaan yang sangat memprihatinkan saat ini karena Covid-19. Namun beliau yakin bahwa pastinya dibalik segala kejadian ini, terdapat hikmah bagi kita semua.

Dengan ketentuan-ketentuan saat ini yang perlu diikuti oleh kita semua sebagai warga masyarakat selama Pandemi Covid-19, beliau berharap kita semua dapat tetap melakukan amalan-amalan bulan suci Ramadhan untuk menjadi imam dirumah kita masing-masing, seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah yaitu “ Jadikanlah rumah itu sebagai surga-Ku”

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Tarhib Ramadhan? Tarhib Ramadhan berasal dari Bahasa Arab yang berarti menyambut dengan senang, gembira, dan bahagia. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita perlu sama-sama memaksimalkan kerja kita dalam keadaan apapun, kapanpun, dan dimanapun berada, kita juga tetap harus bekerja dengan keras, cerdas, mawas, lawas, berkualitas, penuh kreativitas, penuh integritas dan dibawah landasan ikhlas dalam rangka memaksimalkan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita semua.

Beliau mengingatkan bahwa pada hakikatnya manusia terbuat dari tanah dan akan kembali kepada tanah. Sehingga dalam Tarhib Ramadhan ini kita sebagai manusia perlu menyiapkan diri kita terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Sebagai umat Islam kita perlu menyiapkan dan meningkatkan 5 I, yaitu :  Iman, Ilmu, Ikhtiar, Ikhlas, Imun.

Selain itu, beliau menyampaikan lagi apa yang pernah disampaikan oleh K.H Ma’ruf Amin, yaitu I 2 dan A 2 : Iman, dan Ilmu serta Aman dan Amin. Merujuk terhadap apa dilakukan oleh Rasul, yaitu Rasul tidak pernah meminta jabatan melainkan meminta Ilmu kepada Allah SWT. Sehingga kita sebagai umat-Nya, manusia yang sangat banyak kurangnya perlu sekali meningkatkan Iman dan Ilmu sehingga dapat meningkatkan rasa Aman dan Amin selalu untuk berdoa kepada Allah SWT.

Tahrib Ramadhan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Nurwahidin memohon agar Covid-19 segera berakhir dan kita semua terus diberikan kekuatan, kesehatan, ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT. Aamiin.

X