KEGIATAN AWAL MAHASISWA BARU (KAMABA) SEKOLAH ILMU LINGKUNGAN UNIVERSITAS INDONESIA PERIODE GENAP TAHUN AJARAN 2019/2020

Wednesday, April 08 th, 2020 · ,

Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL-UI) mengadakan Kegiatan Awal Mahasiswa Baru (Kamaba) Periode Genap Tahun Ajaran 2019/2020 pada tanggal 30 Januari 2020. Kegiatan ini bertempat pada Lantai 1 Gedung SIL-UI Salemba. Kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan sekolah serta sistem akademik yang digunakan oleh SIL-UI. Peserta Kamaba hadir dan registrasi mulai pukul 07.30 WIB. Pada periode ini, terdapat 31 mahasiswa baru Program Magister yang terdiri dari 12 mahasiswa kelas reguler pagi, 3 mahasiswa kelas reguler sore dan 16 mahasiswa kelas non-reguler. Sedangkan Program Doktoral terdapat 9 mahasiswa baru yang mana tiga mahasiwa diantaranya adalah lulusan SIL-UI program magister yang melanjutkan ke jenjang doktoral.

Atiti Setyaning Utami, selaku master of ceremony Kamaba, membuka kegiatan pada pukul 09.00 WIB yang dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan pimpinan SIL-UI oleh Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr. Emil Budianto. Pada sambutannya, Pak Emil menjelaskan bahwa Sekolah Ilmu Lingkungan baru terbentuk pada tahun 2016. Pada mulanya, Program Studi Ilmu Lingkungan bergabung pada Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia dan sudah berdiri sejak 38 tahun yang lalu untuk program magister dan 19 tahun yang lalu untuk program doktoral. Rencananya, terdapat program studi baru di SIL-UI beberapa waktu mendatang, yaitu progam studi manajemen bencana untuk jenjang magister yang masih dalam tahap pengkajian. Program studi ini penting mengingat kondisi alam Indonesia yang rawan bencana. Selain itu, SIL-UI nantinya juga akan membuka program double degree bekerjasama dengan Queendsland University.

 

Sebagai upaya dalam menjaga lingkungan, Beliau juga menghimbau agar mahasiswa baru meminimalisir penggunaan plastik serta air minum kemasan sekali pakai di lingkungan kampus dan beralih menggunakan tumbler. Hal ini didukung oleh fasilitas dispenser untuk pengisian air minum yang disediakan di Gedung SIL-UI. Selain itu, Beliau juga menghimbau mahasiswa agar menggunakan transportasi umum untuk menuju ke lingkungan kampus UI Salemba guna mengurangi kemacetan yang biasa terjadi di Jalan Salemba Raya dan dinilai lebih ramah lingkungan.

Pak emil juga mengenalkan tempat dan fasilitas yang dimiliki oleh SIL-UI seperti, Gedung SIL, ruang kubikal, laboratorium ilmu lingkungan, laboratorium modeling dan spasial disertai dengan lisensi resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan akademik. Selain itu, kemudahan lainnya yang didapat adalah surat perizinan yang dapat dipesan melalui layanan daring pada sistem yang dikelola oleh bagian administrasi. Selanjutnya, Beliau berharap agar meminimalisir penggunaan kertas di lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan.  Dengan berbagai macam fasilitas tersebut, Beliau berharap mahasiswa dapat memanfaatkan waktu belajar di SIL-UI dengan baik dan dapat lulus tepat waktu.

Acara dilanjutkan dengan penjelasan singkat Program Studi Ilmu Lingkungan Jenjang Doktoral oleh Ketua Program Studi, Dr. Suyud Warno Utomo, M.Si. Pak Suyud mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang berhasil masuk di S3 SIL-UI. Menurut penuturan Beliau, seleksi masuk kali ini sangatlah ketat. Dari 40 pendaftar, hanya 9 orang yang berhasil diterima di S3 SIL-UI. Program Studi Ilmu Lingkungan Jenjang Doktoral memiliki beban akademik 52 SKS dalam rentang waktu 6-10 semester yang terdiri atas matakuliah kompetensi utama (14 SKS), matakuliah kompetensi pendukung (8 SKS) dan Disertasi (30 SKS).

Pak Suyud berharap mahasiswa baru S3 dapat lulus tepat waktu. Apabila dilihat dari perolehan IPK. Mahasiswa S3 memiliki rata-rata nilai di atas 3,5 tetapi proses penyelesaian masa studi dan pengerjaan tugas akhir yang cenderung lama padahal tugas akhir adalah tanggung jawab masing-masing mahasiswa. Salah satu alasan yang sering digunakan mahasiswa adalah tidak adanya waktu pengerjaan tugas akhir. Konsekuensi sebagai mahasiswa adalah punya waktu untuk kuliah ditengah kesibukan dan tanggung jawab pribadinya yang lain. Sehingga perlu dipisahkan antara urusan kampus dan urusan pribadi dengan arif dan bijaksana. Beliau juga menghimbau agar mahasiswa selalu rajin dalam proses akademiknya, saling menyemangati satu sama lain dan menjaga kebersamaan. Selain itu, penting juga untuk menjaga niat, yaitu niat mencari ilmu untuk mengabdikan diri kepada masyarakat berdasarkan ilmu yang diperoleh.

Acara selanjutnya adalah penjelasan singkat Program Studi Ilmu Lingkungan Jenjang Magister oleh Ketua Program Studi, Dr. Hayati Sari Hasibuan, S.T., M.T. Bu Sari memulai penjelasan dengan menunjukkan visi dan misi SIL-UI. Dengan adanya visi dan misi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi akademisi yang inovatif, memiliki karya yang dapat dikembangkan untuk kepentingan bangsa serta memiliki karakter menjadi teladan dengan orientasi pembangunan keberlanjutan. Hal yang membedakan Ilmu Lingkungan UI dengan ilmu lingkungan yang lain adalah penekanannya ada pada pembagunan berkelanjutan dimana terdapat aspek ekologi sumber daya alam, ekonomi, serta sosial. Sehingga bisa dikaji dengan berbagai background keilmuan. Terdapat tiga tujuan penting sekolah adalah pengembangan kemampuan akademik, kemampuan untuk mengelola riset dam kemampuan untuk pengembangan masyarakat. Sehingga diharapkan lulusan SIL-UI memiliki tiga kemampuan tersebut.

Program Studi Ilmu Lingkungan Jenjang Magister memiliki beban akademik sebesar 44 SKS yang dapat ditempuh dalam kurun waktu empat semester untuk kelas reguler dan lima semester untuk kelas non-reguler. Terdapat tiga peminatan dalam program studi ini, yaitu PPL, PPB dan PI yang dapat diambil pada semester dua untuk kelas reguler dan semester tiga untuk kelas non-reguler. Setiap mahasiswa memiliki pembimbing akademik yang akan membimbing hingga selesai masa studi serta pembimbing tesis yang lebih substansial.  Kegiatan di SIL-UI tidak hanya kegiatan perkuliahan di ruang kelas tetapi juga banyak kegiatan lain yang sebenarya membutuhkan keaktifan teman-teman mahasiswa seperti, pelatihan, kuliah umum mendatangkan guest lecturer, seminar dan kerjasama luar negeri. Hal ini dimaksudkan agar atmosfer keilmuan dapat terbentuk dengan maksimal di lingkungan SIL-UI.

Acara dilanjutkan dengan penjelasan umum kegiatan akademik TA 2019/2020 di SIL-UI oleh Wakil Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr.dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si. Beliau mengawali dengan perkenalan mahasiswa  kemudian dilanjutkan dengan pengenalan struktur kepengurusan sekolah, penjelasan beban akademik dan tanggung jawab mahasiswa. Dilanjutkan dengan peresmian penyambutan mahasiswa baru dan penyematan jaket kuning oleh Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr. Emil Budianto kepada perwakilan mahasiswa baru. Sesi satu diakhiri dengan menyanyikan lagu Nusantaraku dan foto bersama mahasiswa baru dan pimpinan SIL-UI.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pengenalan sekilas Himpasiling UI, meliputi profil himpunan, struktur himpunan serta kegiatan yang dilakukan oleh himpunan. Setelah itu, mahasiswa baru dinstruksikan untuk duduk berkelompok berdasarkan kelas masing-masing untuk saling berkenalan dan memilih ketua kelas. Dilanjutkan dengan sesi ketiga yaitu penjelasan sekilas Kegiatan Green Campus oleh ketua pelaksana sekaligus pembagian kelompok. Kegiatan Green Campus kali ini mengusung tema “Collaboration for a better future” yang terdiri dari beberapa sub-tema, yaitu lingkungan, sosial, ekonomi serta teknologi. Mahasiswa baru juga dikenalkan dengan lingkungan kampus UI Salemba oleh panitia acara. Dimulai dari pengenalan Gedung SIL-UI, Gedung BAS dan diakhiri dengan Gedung IASTH. Rangkaian kegiatan Kamaba dilanjutkan dengan Reboan Terintegrasi pada pukul 16.00 WIB.

X