Sidang Terbuka Promosi Doktor Sdri. Peggy Awanti Nila Krisna

Thursday, January 03 rd, 2019 ·

Kamis, 3 Januari 2019 Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Ilmu Lingkungan UI melaksanakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Lingkungan dengan promovendus Peggy Awanti Nila Krisna di Aula Gedung IASTH UI Lt. 3, Kampus UI Salemba. Sidang ini dalam rangka memperoleh gelar Doktor Ilmu Lingkungan dengan Judul disertasinya yaitu PENANGKARAN DAN PEMANFAATAN RUSA TIMOR (Rusa timorensis Blainville,1822) Kajian keberlanjutan serta peluangnya untuk mendukung ketahanan pangan. Sidang dipimpin oleh Dr. Emil Budianto dengan Promotor Prof. Drs. Jatna Supriatna, M.Sc.,Ph.D dan sebagai Ko-Promotor Prof. Drs. M. Suparmoko, M.A.,Ph.D dan Dr. Ir. R. Garsetiasih, M.P. Bertindak sebagai majelis penguji dalam sidang terbuka promosi doktor ini antara lain Prof. Dr. Gono Semiadi; Dr. Ir. Sunaryo, M.Sc; Dr. Suyud Warno Utomo, M.Si; Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Sc. dan Dr. Hayati Sari Hasibuan, M.T.

Dalam Abstrak Disertasinya, penulis meneliti tentang kajian keberlanjutan serta peluangnya dalam mendukung ketahanan pangan. Pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi mendorong permintaan daging sebagai salah satu bahan pangan terus meningkat, namun hal ini belum diimbangi dengan peningkatan produksi daging dalam negeri yang memadai. Potensi keanekaragaman hayati khususnya satwa liar di Indonesia sangat tinggi dan beberapa diantaranya memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat, misalnya rusa timor. Sebagai salah satu jenis satwa liar dilindungi, pemanfaatan rusa timor dapat dilakukan dari hasil penangkaran. Saat ini kegiatan penangkaran hanya sebatas pengembangbiakan untuk meningkatkan jumlah populasi, belum diimbangi dengan upaya pemanfaatannya. Riset ini bertujuan: 1) Menganalisis status keberlanjutan penangkaran rusa timor yang dikelola dengan sistem kandang dan sistem bebas, 2) Menganalisis persepsi dan sikap masyarakat tentang pemanfaatan rusa timor hasil penangkaran sebagai alternatif sumber protein hewani, 3) Merumuskan strategi penangkaran dan pemanfaatan berkelanjutan rusa timor. Metodologi yang digunakan dalam riset ini adalah mixed method, meliputi Life Cycle Assessment (LCA), Life Cycle Cost (LCC), Social Life Cycle Assessment (S-LCA) dan Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA) untuk menilai keberlanjutan, analisis pasar untuk menilai persepsi dan sikap masyarakat, serta analisis isi (content analysis) dan SWOT Delphi untuk merumuskan strategi kebijakan. Hasil riset menunjukkan keberlanjutan penangkaran sistem kandang dan sistem bebas di lokasi riset tidak berbeda jauh, karena manajeman dan penggunaan sumber daya pada kedua sistem penangkaran hampir sama. Persepsi dan sikap masyarakat terhadap pemanfaatan rusa timor hasil penangkaran sebagai alternatif sumber protein hewani positif, baik dalam hal status konservasi, aspek pemanfaatan, aspek keamanan pangan, aspek kualitas, dan aspek harga. Perlu dilakukan kajian dan penyederhanaan kebijakan penangkaran dan pemanfaatan hasilnya, serta meningkatkan kerjasama dengan para pihak, sehingga pemanfaatan rusa timor hasil penangkaran sebagai alternatif sumber protein hewani dapat diimplemantasikan tanpa mengganggu upaya pelestariannya di alam.

Sdri. Peggy Awanti berhasil mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya dengan baik dan mendapatkan yudisium SANGAT MEMUASKAN. (red/doc: pw)

X