Sidang Terbuka Promosi Doktor Sdr. Yanuar Purnama

Friday, January 11 th, 2019 ·

Kamis, 10 Januari 2019 Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Ilmu Lingkungan UI melaksanakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Lingkungan dengan promovendus Yanuar Purnama di Aula Gedung IASTH UI Lt. 3, Kampus UI Salemba. Sidang ini dalam rangka memperoleh gelar Doktor Ilmu Lingkungan dengan Judul disertasinya yaitu Teknologi Hijau Daur Ulang Pelumas Bekas dengan Metode Ekstraksi Menggunakan Activated Bleaching Earth. Sidang dipimpin oleh Dr. Emil Budianto dengan Promotor Prof. Dr. Sumi Hudiyono PWS, dan sebagai Ko-Promotor Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM.,Dr.PH dan Dr. Ir. Setyo S. Moersidik, DEA. Bertindak sebagai majelis penguji dalam sidang terbuka promosi doktor ini antara lain Prof. Dr. Ir. Kardono, M.Eng; Prof. Dr. Ir. Djoko M. Hartono, SE.,M.Eng; Prof. Dr. Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech; Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si. dan Dr. Hayati Sari Hasibuan, M.T.

Dalam Abstrak Disertasinya, penulis meneliti tentang Teknologi Hijau Daur Ulang Pelumas Bekas Dengan Metode Ekstraksi Menggunakan Activated Bleaching Earth. Perkembangan mesin industri dan kendaraan bermotor mendorong peningkatan penggunaan pelumas dan akumulasi pelumas bekas. Pelumas bekas dijadikan bahan bakar alternatif atau didaur ulang dengan teknologi konvensional menggunakan bahan B3, padahal dapat mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan, sehingga memicu masalah sosial. Metode daur ulang sebaiknya berbasis teknologi hijau, ekonomis, ramah lingkungan, dan diterima oleh masyarakat. Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam. Salah satunya adalah cadas lempung. Activated bleaching earth adalah cadas lempung alami yang berasal dari formasi khusus di pegunungan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah B3 pelumas bekas. Pelumas bekas dapat didaur ulang dengan metode ekstraksi menggunakan penyerap kontaminan. Penelitian ini menganalisis sifat kimia-fisika dan performa bahan alam non B3 activated bleaching earth sebelum dan setelah digunakan dalam proses daur ulang pelumas bekas menjadi base oil. Mengkaji dan mengembangkan pemanfaatan residu agar dapat meminimalisasi polutan, dan diterima masyarakat. Pendekatan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian eksperimen (pengujian di laboratorium) dan survei. Hasil penelitian menunjukan cara ini lebih ekonomis, mengurangi polutan, dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Residu proses berkalori sekitar 5.000 kkal, dapat digunakankan sebagai bahan bakar alternatif atau penguat aspal. Abu dapat dijadikan mortar dan beton. Kesimpulannya, pelumas bekas bisa didaur ulang menjadi base oil, menggunakan cadas lempung yang berasal dari gunung Indonesia. Hasil base oil berkisar 70-79%.

Sdr. Yanuar Purnama berhasil mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya dengan sangat baik dan berhasil menyelesaikan studinya dalam kurun waktu 6 Semester sehingga berhak mendapatkan yudisium DENGAN PUJIAN (Cum Laude). (red/doc: pw)

X