Sekolah Ilmu Lingkungan UI Gelar Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan

Saturday, October 27 th, 2018 ·

Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) resmi memulai konferensi internasional bertajuk The 3rd International Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSOLCA) 2018 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/10). Konferensi ini akan berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Pada pembukaan acara, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr. Emil Budianto dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, SIL UI turut hadir memberikan kata sambutan. Konferensi kali ini mengambil tema life cycle assessment (LCA) as a metric to achieve Sustainability Development Goals (SDG). SDG, atau tujuan pembangunan berkelanjutan, merupakan komitmen global dibawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB),dimana Indonesia juga termasuk di dalamnya.

Melalui konferensi ini, SIL UI hendak mengebumikan LCA yang sedang naik daun di dunia, sebagai metode yang lebih terukur untuk mencapai target SDG Indonesia pada 2030. Sebab, sejauh ini, 17 sektor beragam dalam SDG belum memiliki indikator ketercapaian yang akurat.

Maka, metode LCA menjadi sentral untuk mengukur ketercapaian SDG, karena mampu digunakan untuk mengevaluasi konsumsi energi, emisi, dan limbah lainnya yang berkaitan dengan siklus hidup.Sebanyak 15 pembicara kunci lokal maupun mancanegara dengan reputasi akademik dunia membagikan berbagai gagasan dan penelitian mereka pada hari perdana konferensi (24/10).

Tercatat, sejumlah pakar lingkungan mancanegara berasal dari universitas seperti Leiden (Belanda), Chiba (Jepang), Aachen (Jerman), Montpellier (Perancis), juga Thailand dan Amerika. Selain itu, hari perdana perhelatan ICSOLCA yang fokus membedah seluk-beluk SDG juga dihadiri oleh Nina Sardjunani, Kepala Sekretariat  SDGs Indonesia.

Sementara itu, pada hari kedua sekaligus penutup (25/10), perhelatan ICSOLCA akan banyak berfokus pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang telah digagas Kementerian LingkunganHidup (KLH) RI sejak 1995.

Sederet pelaku usaha dan bisnis diundang untuk menghadiri konferensi hari kedua, dengan maksud agar program PROPER, yang bertujuan mendorong pelaku usaha meningkatkan pengelolaan lingkungan industrinya, dapat tersosialisasikan secara utuh kepada sasarannya.

Untuk itu, ICSOLCA pun turut menghadirkan Noer Adi Wardoyo serta Sigit Reliantoro sebagai perwakilan KLHK. ICSOLCA 2018 merupakan buah kerja sama SIL UI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Indonesian LCA Network.

Perhelatan ICSOLCA kali  ini berhasil mengumpulkan lebih dari 200 artikel yang akan dipresentasikan secara lisan dan melalui format poster dan infografik dalam bentuk pameran. SIL UI menjadi universitas pertama di dunia yang berinisiatif menggelar konferensi internasional tahunanini.Selainitu, SIL UI pun menjadipionirdalammengombinasikanmetode LCA dengan SDG.

Sebagai catatan, SIL UI menggelar ICSOLCA secara ramah lingkungan.Konferensi internasional ini tidak menggunakan bahan kertas maupun plastik kemasan sebagai bentuk upaya mengurangi sampah di Indonesia.
(artikel ini pernah di post di ui.ac.id pada 26 Oktober 2018)

X