Press Release Diskusi Panel Politik dan Lingkungan.

Wednesday, November 29 th, 2017 ·

PRESS RELEASE
Diskusi Panel
Politik Lingkungan:
Mengarusutamakan Isu Lingkungan Kedalam Sistem Politik Nasional
Untuk Indonesia Berkelanjutan
Selasa, 28 November 2017
Sekolah Ilmu Lingkungan – Universitas Indonesia (SIL-UI)
Kampus UI Salemba, Jakarta

 

Jakarta, SIL-UI

Sekolah Ilmu Lingkungan-Universitas Indonesia (SIL-UI) mendorong isu lingkungan menjadi komoditas
penting dalam politik nasional serta perlunya menggalang kekuatan dan memantabkan posisi Indonesia
dalam politik lingkungan global. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Panel Politik Lingkungan;
Mengarusutamakan Isu Lingkungan Kedalam Sistem Politik Nasional Untuk Indonesia Berkelanjutan,
yang diselenggarakan di Kampus UI Salemba, Selasa, 28 November 2017. Diskusi Panel menghadirkan
Rachmat Witoelar, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Ketua Fraksi PKB
DPR RI, Ida Fauziyah, ekonom Didik J Rachbini, dan Mahawan Karuniasa, dosen ilmu lingkungan,
Universitas Indonesia, yang juga menjadi perwakilan Indonesia di UNFCCC. Dalam isu perubahan iklim,
terungkap bahwa menurut BMKG, pada periode tahun 2032-2040 Indonesia diproyeksikan akan
mengalami peningkatan suhu antara 0,6-1 derajad Celcius terhadap tahun 2006-2014, padahal secara
global saat ini suhu sudah naik sekitar 0,61 derajad Celcius dibandingkan abad 18 pada masa revolusi
industri. Kondisi ini akan memberikan dampak pada kenaikan air laut, bencana banjir, kekeringan, krisis
pangan, dan energi. Disisi lain, empat provinsi dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
tertinggi, yaitu di atas 1.000 triliun rupiah, justru memiliki kualitas lingkungan hidup pada tingkat kurang,
sangat kurang, dan waspada.

Diskusi ini tentu merupakan upaya mewujudkan Tri Drama Perguruan Tinggi, namun hal yang lebih
mendasar adalah keprihatinan atas marginalisasi aspek lingkungan maupun dominannya ekonomi jangka
pendek dalam pembangunan nasional. Sudah saatnya pembangunan dilaksanakan dengan secara
berkelanjutan, yaitu menjaga kelestarian lingkungan, disisi lain tetap menjaga keberlanjutan
pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, tidak hanya untuk saat ini saja namun
untuk generasi mendatang, ungkap Mahawan Karuniasa. Pada prinsipnya, dalam menghadapi isu
lingkungan, Indonesia tetap harus menjaga kedaulatan lingkungannya, seperti dalam menghadapi isu
global Sustainable Development Goals (SDGs) maupun perubahan iklim, harus disesuaikan dengan
keberagaman dan karakteristik ekologis, sosial, dan perekonomian Indonesia, yang terus perlu
diperjuangkan dalam politik lingkungan global. Oleh karena itu, sudah saatnya isu lingkungan menjadi
agenda politik, sudah saatnya pemahaman lingkungan menjadi salah satu kompetensi komponen politik,
seperti para kader partai, para caleg, para calon pimpinan pusat maupun daerah, serta konstituen,
demikian tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Direktur SIL-UI, Emil Budianto dalam pidato pembukaannya menyatakan
topik politik lingkungan jelas menjadi salah satu fenomena yang menjadi objek ilmu lingkungan.
Ditambahkan, ilmu lingkungan adalah ilmu multidisiplin, yang tidak hanya mempelajari lingkungan alam
saja, namun juga mempelajari lingkungan buatan, seperti perkotaan, infrastruktur, industri, dan lain-lain,
serta juga mempelajari lingkungan sosial, seperti budaya, ekonomi, demografi, politik, dan lain
sebagainya, yang dipandang secara komprehensif sebagai satu kesatuan. Diskusi Panel Politik
Lingkungan ini berada dibawah marwah ilmu lingkungan, tegasnya.

Sekolah Ilmu Lingkungan sangat berharap Diskusi Panel Politik Lingkungan hari ini hanyalah sebuah
awal untuk diskusi maupun agenda berikutnya, yang dapat mengakomodasi seluruh komponen sistem
politik Nasional, sehingga Ilmu Lingkungan dapat diamanfaatkan untuk pembangunan sistem sosial di
Indonesia, khususnya sistem politik. Diskusi Panel terselenggara atas kerjasama SIL-UI dengan Friedrich
Naumann Stiftung Fur Die Freiheit (FNF). Ingo Batavia Hauter, Program Manager FNF menyatakan
Diskusi Panel ini merupakan kegiatan yang sangat tepat sesuai visi FNF, yaitu turut mengembangkan
kelestarian lingkungan dan pendidikan politik para pihak.

Jakarta, 28 November 2017
Direktur Sekolah Ilmu lingkungan
Universitas Indonesia
Ttd
Dr. Emil Budianto

X