Penghargaan dari Ajang Student Poster Award di The 12th International Interdiciplanary Studies Seminar (IISS) 2018

Friday, November 16 th, 2018 ·

The 12th International Interdiciplanary Studies Seminar (IISS) 2018 diselenggarakan untuk ke-12 kalinya oleh Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia pada Rabu-Kamis, 14-15 November 2018. IISS 2018 mengangkat tema “Environmental Conservation and Education for Sustainable Development” dengan mencakup topik Environmental Science (ESC), Environmental Technology and Green Material (ETG), dan Environmental Policy and Education (EPE).

Foto sambutan Lukman Hakim, S.Si., M.Sc., Dr.Sc. (Chairman IISS 2018)

Secara umum, IISS 2018 ini diikuti oleh kalangan peneliti, mahasiswa, dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu, dari universitas, dan negara asal yang berbeda. Lukman Hakim (Chairman IISS 2018) dalam sambutannya mengungkapkan “Berdasarkan data statistik panitia IISS 2018, terdapat 106 paper yang terdiri atas 76 oral presentation (35 ESC, 16 ETG, 25 EPE) dan 30 poster presentation dari 32 Universitas dan 8 Negara”. Beberapa universitas yang hadir antara lain: Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Muhamadiyah Malang, Universitas Diponegoro, Universiti Teknologi Malaysia, The University of Burdwan, University of Delhi, dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Foto peserta IISS 2018 perwakilan dari Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia

Secara khusus, IISS 2018 mengadakan Student Poster Award (SPA) bagi 3 poster mahasiswa terbaik. SIL mengirimkan karya Ihya Sulthonuddin dengan judul: Impact of water pollution due to uncontrolled waste disposal along the Cimanuk River downstream, Indramayu District dan mendapatkan penghargaan di posisi kedua dengan poin 2.7.

   Foto Poster Session dan Student Poster Award

 

Ihya menyampaikan “…pada saat poster session berlangsung, penilai adalah Dr. Chairat Treesubsuntorn dari King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Thailand dan Lukman Hakim, S.Si., M.Sc., Dr.Sc., dari Universitas Brawijaya, Indonesia”. Menurut Ihya, penghargaan ini adalah bonus yang tidak terduga “Saya tidak menyangka mendapatkan penghargaan ini. Saya hanya belajar sungguh-sungguh memberikan yang terbaik. Saya pun mengucapkan syukur alhamdulillah, penghargaan ini adalah bonus yang tidak terduga dari-Nya atas perjuangan saya menulis artikel dan membuat poster”.

Selama dua hari acara IISS 2018 ,berlangsung pula Plenary Lecture Session yang disampaikan oleh Prof. Tohru Matsumoto dari University of Kitakyushu, Japan (Community Involvement and Effectiveness Evaluation of Waste Bank Activities in Indonesia), Dr. Chairat Treesubsuntorn dari King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Thailand (Inhibit Cadmium Uptake and Translocation in Oryza sativa indica by Using Calcium-acetate and Calcium-chloride: Efficiency and Possible Mechanisms), Dr. Saiful Arif Abdullah dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia (Sustainability of Wildlife Protected Areas in Peninsular Malaysia: A Challenge in Biodiversity Concervation), dan Prof. Eko Ganis Sukoharsono dari Universitas Brawijaya, Indonesia (Sustaining a Sustainability Report by Modifying Triple Bottom Line to Pentaple Bottom Line: An Imaginary Research Dialogue).

Foto bersama antara panitia, pembicara dan peserta IISS 2018

Kontributor berita: Ihya Sulthonuddin

X